GSM

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia sudah mengalami pergantian kurikulum lebih dari 10 kali. Bahkan yang terbaru saat ini sedang diterapkannya Kurikulum Merdeka ke seluruh sekolah – sekolah yang ada di Indonesia. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu bentuk kurikukum nasional terbaru yang dirancang oleh Mas Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk menjawab krisis pembelajaran akibat pandemi yang tidak kunjung usai. Kurikulum Merdeka ini nantinya akan terdiri dari kegiatan intrakurikuler, diselingi dengan kegiatan ekstrakurikuler, dan penguatan profil pelajar Pancasila.

Selain itu, diketahui pula bahwa Kurikulum Merdeka yang sebenarnya akan diluncurkan ini sudah diterapkan di beberapa sekolah yang ada di Indonesia. Namun, perbedaannya adalah waktu itu masih menggunakan nama Kurikulum Prototype. Namun, yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana respon mereka sebagai pemuda terkait dengan perubahan kurikulum ini? bagaimana aksi nyata mereka sebagai pemuda dalam menghadapi sekaligus berkontribusi dalam dunia pendidikan di era perubahan kurikulum?

Penulis sendiri merasa bahwa sebenarnya peran pemuda dalam menghadapi pendidikan di era perubahan kurikulum ini adalah bagaimana mereka bisa memenuhi social role mereka sebagai seorang pelajar. Bahkan saat ini diketahui bahwa Kurikulum Merdeka juga berfokus pada potensi – potensi siswa. Hal ini memberikan keuntungan bagi siswa untuk dapat mengeksplor dirinya untuk menemukan potensi yang dimilikinya. Selain itu, hal ini akan menguntungkan siswa juga karena mendapatkan pengembangan dari pihak sekolah dalam hal memperkuat potensi dirinya untuk berkontribusi di sekolah termasuk dunia pendidikan pada umumnya.

Selain itu, peran pemuda dalam pendidikan khususnya di era perubahan kurikulum ini juga bisa menjadi volunteer dalam dunia pendidikan yang berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa baik di lingkungan terdekat atau lingkungan yang menjadi fokus seperti daerah 3T. Tentu pendidikan tersebut disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Selain itu, pemuda juga bisa menjadi seorang campaigner dalam menyuarakan kondisi pendidikan saat ini bahwa pendidikan saat ini tidaklah seperti pendidikan yang dahulu. Hal ini mampu berpotensi sebagai alarm awareness kepada masyarakat akan situasi pendidikan saat ini bahkan memasang awareness terkait pentingnya pendidikan saat ini.

Salam Berubah, Berbagi, dan Berkolaborasi

Penulis: I Putu Wisnu Saputra

Editor: Nida Khairunnisaa


2 Comments

Syukur · March 5, 2022 at 1:23 pm

Sangat menarik

Syukur · March 10, 2022 at 7:57 am

Mantap

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *