GSM

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Membangun Ruang Ketiga di Pendidikan

Surakarta, 24 Februari 2024 – Sebagai upaya untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk sadar dan menemukan solusi atas persoalan pendidikan di Indonesia, Gerakan Sekolah menyenangkan (GSM) mengadakan acara “Ngkaji Pendidikan” yang mengangkat tema “Ruang Ketiga di Pendidikan” di Aula SMKN 8 Surakarta. Acara ini dihadirkan oleh lebih dari 1000 guru baik Read more…

Penggelaran “Cross-learning Nusa Cita” Demi Memperkokoh Kebhinekaan dan Pendidikan Indonesia

Indonesia, dengan kekayaan budaya, bahasa, dan sumber daya alamnya, terus menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatannya untuk bersatu. Dalam rangka memperkokoh semangat ini, Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) mengadakan “Cross-learning Nusa Cita” sebagai sebuah inisiatif untuk mempererat hubungan antarsekolah di seluruh nusantara. Cross-learning Nusa Cita adalah ruang ketiga yang diciptakan oleh Read more…

GSM dan Dinas Pendidikan Wonosobo Menyatukan Langkah Membangun Peradaban Pendidikan di Indonesia

Yogyakarta – Pendidikan merupakan konsep yang familier di telinga kita, ternyata memiliki ruang kosong di dalamnya. Ruang kosong itu meminta untuk diisi dengan pengalaman, cinta kasih, dan dialog untuk membangun peradaban di Indonesia.  Dalam rangka menyebarluaskan jiwa pendidikan berkemanusiaan di Indonesia, Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Read more…

Menjawab Pentingnya Kultur Sekolah Melalui Ng(k)aji Pendidikan

Tepat pada tanggal 24 Maret 2022 kemarin, Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sukses menggelar acara Nga(k)ji Pendidikan dengan tema “Kultur Sekolah atau Kurikulum?”. Bapak Muhammad Nur Rizal, Founder GSM, bersama dengan ratusan peserta dari kalangan pendidik maupun non-pendidik berdiskusi mengenai pentingnya kultur sekolah. Menurut Pak Rizal, kultur sekolah adalah misil (peluru) Read more…

Pendekatan First Principal Thinking, Itu Apa?

Seperti yang kita semua ketahui, bahwa pergantian Kurikulum di Indonesia bukan hal yang asing lagi untuk didengar, karena terhitung sejak tahun 1947 sampai dengan 2022 kita sudah mengalami tiga belas kali pergantian kurikulum. Namun, yang menjadi pertanyaan dan renungan kita bersama adalah apakah hanya dengan Kurikulum untuk mengubah pendidikan kita menjadi lebih baik? Apakah benar pergantian Kurikulum sebagai pembaharuan dan perbaikan sistem pendidikan kita? Nah, topik tersebut rupanya diangkat menjadi bahasan menarik dalam kegiatan Ng(k)aji Pendidikan yang memang rutin diadakan oleh Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan telah terselanggarakan pada Selasa, 22 Febuari 2022 melalui Zoom Meeting dan Live Youtube Gerakan Sekolah Menyenangkan.

GSM Hadirkan Komunitas Periset!

Pada awal tahun 2022 ini, Gerakan Sekolah Menyenangkan menghadirkan komunitas untuk periset. Periset disini ditujukan kepada mereka yang memiliki minat untuk meneliti topik seputar isu pendidikan, sosial, psikologi, teknologi bahkan hingga permasalahan global. Di sini, periset bebas menentukan topik apa yang sekiranya relevan dan akan dikaji lebih lanjut, jadi tidak Read more…

Perubahan Kurikulum dan Kondisi Pendidikan Saat Ini

Pendidikan di Indonesia sampai saat ini belum jelas akan ke mana arahnya. Pemerintah masih mengalami kebingungan apa yang akan mereka harapkan dan mereka siapkan untuk menuju masyarakat pembelajar di negeri ini. Pergantian kurikulum maupun pergantian menteri bisa dikatakan progresif, namun juga bukan sebagai suatu jalan pemecahan masalah. Lebih-lebih, reformasi kurikulum pendidikan yang sudah diadakan pembaharuan juga kurang membawa dampak positif terhadap perkembangan mutu di dunia pendidikan, sehingga sampai saat ini pun mutu pendidikan kita masih tergolong rendah.

Mengembalikan Tiga Kodrat Manusia Melalui Perubahan Pendidikan

Dewasa ini, di era disrupsi teknologi di mana pergerakan dunia industri dan teknologi mengalami perubahan yang sangat cepat yang mampu menggantikan pola tatanan lama untuk menciptakan sebuah tatanan baru. Disrupsi ini menghadirkan banyak inovasi baru sekaligus tantangan yang dirasakan oleh berbagai aspek, tidak terkecuali pendidikan karenanya disrupsi ini jelas menuntut Read more…

This website uses cookies and asks your personal data to enhance your browsing experience.