GSM

Sebagai sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) mempunyai misi terstruktur dalam menyelenggarakan pendidikan yang lebih berkualitas. GSM membangun komunitas bersama guru-guru di seluruh Indonesia untuk melakukan berbagai perubahan, di antaranya perubahan mindset, perilaku, dan belief system. Dengan adanya komunitas tersebut, banyak guru yang merasa terbantu untuk meningkatkan sistem pengajaran di kelas. Salah satunya adalah Pak Riyanto, beliau adalah seorang guru Matematika dari SMPN 7 Pekalongan sekaligus leader Komunitas GSM Kabupaten Pekalongan. Pak Riyanto sudah mengajar sejak 2003, artinya sudah lebih dari 20 tahun. Beliau bertemu dengan GSM di awal tahun 2023, pada acara Ngkaji Pendidikan bersama Pak Rizal lalu disambung kegiatan berbagi bersama Pak Ali di Jawa Tengah. Beliau juga sering menjadi narasumber di sekolah-sekolah Pekalongan seperti SMP 12 Pekalongan, SMP 14 Pekalongan, dan sekolah lainnya.

Pak Riyanto mengatakan praktik berdialog dan pengajaran dengan hati yang diajarkan oleh Pak Rizal dan Bu Novi telah merubah belief system seorang guru. Sebagian besar guru merasa dirinya mudah marah apabila murid tidak bisa memahami pelajaran, karena guru meyakini anak muridnya harus pintar. Akan tetapi, setelah mengenal GSM, Pak Riyanto sebagai guru menjadi paham bahwa langkah awal pengajaran adalah berdialog dengan pendekatan hati, sebagaimana yang diajarkan oleh Pak Rizal dan Bu Novi. Selain itu, filosofi Ki Hadjar Dewantara yang Pak Riyanto baca telah mengubah mindset beliau. Beliau merasa belum sangat baik sebagai seorang guru, dari sana Pak Riyanto menemukan GSM. Beliau merasa bahwa apa yang diajarkan oleh GSM ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam filosofinya. Dari GSM, Pak Riyanto menjadi tahu bahwa seorang guru harus lebih memanusiakan manusia. 

Pak Riyanto juga membagikan cerita menariknya ketika beliau memberikan pelukan kecil kepada siswa seusai pelajaran. Beliau mengatakan banyak sekali perubahan yang terjadi pada anak muridnya hanya karena pelukan kecil yang beliau berikan. Keesokan harinya murid menjadi lebih memperhatikan pelajaran, bahkan tidak sedikit di antara mereka memberikan sapaan hangat kepada Pak Riyanto ketika bertemu. Pelukan kecil ini benar-benar memberikan perubahan besar terhadap suasana hati murid-murid. Cerita ini menjadi lebih menarik lagi ketika Pak Riyanto menangis saat melihat kedua anak muridnya yang tiba-tiba belajar bersama, padahal sebelumnya mereka sering berkelahi. Hal ini yang dirasakan langsung oleh murid ketika guru mulai menerapkan sistem pengajaran yang dibawakan oleh GSM.

Menurut Pak Riyanto praktik mengajar dengan hati, berdialog, dan membuat circle time adalah praktik dalam GSM yang paling bermakna ketika langsung diterapkan di kelas. Jadi tidak hanya kegiatan belajar mengajar saja, tetapi juga menyisihkan waktu untuk berdialog dengan murid. Hal ini Pak Riyanto lakukan agar murid dapat menemukan jati dirinya dan mau berbagi cerita dengan teman kelasnya. Padahal biasanya guru tidak ingin menyisihkan waktu belajar mengajar hanya untuk hal seperti ini. Dengan circle time, guru bisa mengetahui banyak hal yang dirasakan oleh murid. Misalnya terkait kasus bullying, kegiatan circle time ini Pak Riyanto menjadi tahu dan memberikan banyak nasihat untuk anak muridnya terkait sikap atau perbuatan bullying tersebut. Pada keesokan harinya, mereka semua meminta maaf dan membuat kesepakatan untuk tidak akan lagi melakukan sikap atau perbuatan bullying.

Dari situasi yang sudah terkondisikan ini, murid menjadi lebih nyaman saat kegiatan belajar mengajar dilanjut kembali. Pak Riyanto dengan dialognya benar-benar memberikan motivasi bagi murid untuk semangat dalam belajar. Tidak hanya muridnya, tetapi juga beliau memberikan pengajaran yang sama kepada anaknya di rumah. Kebanyakan guru terkadang hanya memberikan instruksi kepada murid sehingga apa yang murid lakukan bukan atas keinginannya. Dengan dialog yang diajarkan GSM, Pak Riyanto merasa murid dan anak-anaknya menjadi termotivasi untuk belajar dengan sendirinya. Pak Riyanto berharap bisa meng-upgrade diri, bisa menjadi sosok guru yang lebih baik lagi, dan baru nantinya bisa mengambil peran untuk mengubah orang lain. Bersama komunitas GSM, Pak Riyanto mempunyai mimpi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan lebih memanusiakan manusia.

Penulis: Ghiyats Zhafir Fathurahman

Categories: Inspirasi GSM

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This website uses cookies and asks your personal data to enhance your browsing experience.