GSM

Keteguhan Hati Bu Shinta Membangun Pendidikan Indonesia yang Lebih Memanusiakan

Seperti yang kita ketahui bahwa GSM tidak kenal lelah dalam mengupayakan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih memanusiakan. Tentu dalam mencapai tujuan tersebut, GSM dengan guru – guru di seluruh Indonesia yang tentunya juga tergabung dalam Komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan terus berusaha memberikan praktik – praktik baik Read more…

Guru Harus Memiliki Growth Mindset!

Mindset seseorang sangat berpengaruh dalam berbuat sesuatu (bertindak). Ada dua tipe pola pikir yang telah diketahui pada umumnya yaitu fixed mindset dan growth mindset. Keduannya tentu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Seseorang yang memiliki fixed mindset cenderung kaku, tertutup, dan takut akan perubahan (tidak berani keluar dari zona nyaman), namun seseorang yang memiliki growth mindset ditandai dengan mereka yang terbuka, suka akan tantangan, fleksibel, dan selalu mau belajar hal baru untuk berkembang meningkatkan kapasitas dirinya.

Meningkatkan Kreativitas Dengan Animasi Sebagai Misi Utama!

Seperti yang kita ketahui bahwa sudah hampir lebih dari 2 tahun pandemi merajalela di dunia bahkan termasuk di Indonesia. Beberapa negara pun termasuk Indonesia harus bersiap – siap dalam menghadapi pandemi yang sangat cepat penyebarannya. Bahkan saat ini, terus bermunculan varian baru yang begitu mematikan dan mengancam kehidupan manusia. Ancaman yang melanda manusia tersebut tidak hanya bersifat politis, berdimensi kesehatan, berdimensi sosial tetapi juga sangat mengancam kehidupan pendidikan.

Dari Inspirasi Menjadi Aksi!

Pada kesempatan ini, kisah inspiratif datang dari seorang kepala sekolah di sebuah sekolah negeri yang berada di daerah terluar Nusantara, tepatnya di SMK N 1 Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Beliau Bernama Pak Samsul Hadi. Menariknya dari Pak Samsul ini adalah fakta bahwa beliau belum pernah bertatap muka atau bertemu secara langsung dengan Founder dan Co-Founder GSM, yakni Pak Rizal dan Bu Novi—hanya mengikuti pergerakan dan perkembangan GSM melalui platform media sosial— namun, beliau sudah mampu menggerakan hati dengan perlahan namun pasti untuk mengimplementasikan praktik-praktik baik dari konsep GSM.

Menjadi Guru Yang Mendidik Dengan Hati

“Menjadi guru yang mendidik dengan hati”, merupakan sebuah pernyataan yang kerap kali kita dengar, namun faktanya tidak sedikit guru yang masih lupa dan terlena, yang masih setia pada prinsip kolot, keras dan kakunya. Tidak jarang kita temui pada berita atau bahkan mendengar langsung cerita-cerita dari anak yang mendapatkan perlakuan kasar dari sang guru—yang dikemas dalam bentuk hukuman—yang katanya untuk menjadikan anak tertib. Padahal, sikap dan perlakuan guru yang seperti itu hanya akan memberikan kesan negatif pada anak. Setelah lulus atau sekadar keluar dari ruang kelas anak tidak akan mengingat ilmu dan hal baik yang telah sang guru berikan, yang tertinggal hanyalah cerita jelek yang melukai hati mereka.

Dengan Jari Menginspirasi,  Dengan Jari Menggerakan Hati. Urgensi Digitalisasi dalam Mengubah Kehidupan

Sekitar 2 hari yang lalu, Gerakan Sekolah Menyenangkan melaksanakan workshop digitalisasi. Tujuan dari diadakannya workshop ini adalah bersama – sama untuk membangun kesadaran diri mengenai pentingnya digitalisasi sebagai alat utama untuk menginspirasi dan menggerakkan hati semua pihak. Sekitar kurang lebih dari 100 orang berpartisipasi pada acara workshop digitalisasi yang diadakan oleh GSM ini. Lantas seperti apakah sih itu digitalisasi?

Ketulusan Hati Membawa Bu Anik Tiba di Maluku

Bu Anik merupakan seseorang yang merealisasikan visi GSM dengan terus bergerak dengan hati yang tulus menarasikan perubahan paradigma pendidikan melalui workshop di sekolah-sekolah. Bu Anik tidak ingin berubah sendirian, Bu Anik bertekad untuk merubah eksositem sekolah dengan praktik pembelajaran yang menyenangkan ini dapat dilaksanakan di seluruh pelosok negeri, tidak hanya terbatas pada Pulau Jawa saja.

Cross Teaching: Belajar Anti Garing!

”Memaknai GSM jangan sampai terjebak pada metodologi atau contoh-contoh, ketika bapak ibu guru memaknai GSM sebagai sebuah jalan baru bagi pendidikan, maka bapak ibu guru akan mampu menciptakan sendiri metode-metode apapun yang menjadi ciri khas bapak ibu sendiri. Kerana apa? Metodologi itu akan using, akan terus ada metodologi baru”. Lebih lanjut, Pak Ali juga menyatakan bahwa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan dua hal yaitu, kebermaknaan dan kebermanfaatan.