GSM

Implementasi Penerapan Area Perubahan GSM

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa GSM mengusung empat area perubahan sebagai harapan GSM untuk seluruh pihak yang baik berkaitan dengan dunia pendidikan atau bukan untuk bersama – sama concern dengan dunia pendidikan tanah air. Namun, bukan itu saja area perubahan yang diusung oleh GSM ini diharapkan dapat menjadi angin segar di tengah kehidupan pendidikan yang penuh dengan tanah – tanah yang tandus dan gersang.Dengan kata lain, perubahan akan pendidikan yang lebih baik menjadi harapan GSM.

Sejarah Kurikulum di Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa kurikulum merupakan jantung pendidikan Indonesia. Kurikulum menjadi komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Namun, tahukah kalian bahwa sebenarnya kurikulum sudah berganti lebih dari 1 kali? Lalu bagaimana ciri khas setiap kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia? Mari kita simak di bawah ini ya

Empat Area Perubahan GSM

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) memiliki empat area perubahan dalam bergerak menuju perubahan pendidikan yang lebih baik, mewujudkan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus dirindukan oleh anak, serta menciptakan dan menyiapkan generasi penerus bangsa menjadi manusia seutuhnya sehingga anak mampu leluasa mengembangkan potensi, penalaran, dan talenta terbaik yang dimilikinya.

Lantas, apa saja empat area perubahan yang dimaksud?

Perubahan Kurikulum dan Kondisi Pendidikan Saat Ini

Pendidikan di Indonesia sampai saat ini belum jelas akan ke mana arahnya. Pemerintah masih mengalami kebingungan apa yang akan mereka harapkan dan mereka siapkan untuk menuju masyarakat pembelajar di negeri ini. Pergantian kurikulum maupun pergantian menteri bisa dikatakan progresif, namun juga bukan sebagai suatu jalan pemecahan masalah. Lebih-lebih, reformasi kurikulum pendidikan yang sudah diadakan pembaharuan juga kurang membawa dampak positif terhadap perkembangan mutu di dunia pendidikan, sehingga sampai saat ini pun mutu pendidikan kita masih tergolong rendah.

E-Sport tak Perlu Buru-Buru Masuk Kurikulum

Wacana untuk memasukkan e-sport ke dalam kurikulum pembelajaran dasar bisa saja berdampak buruk, alih-alih menciptakan atlet yang mumpuni. Pasalnya, secara fisik dan psikologis anak-anak masih butuh lebih banyak bergerak daripada menatap layar selama berjam-jam. Usulan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, untuk memasukkan e-sport ke dalam kurikulum sekolah tampaknya bisa terealisasi dengan segera. Imam Read more…

This website uses cookies and asks your personal data to enhance your browsing experience.