GSM

Komunitas Kota Semarang

Profil Komunitas

Bergabungnya Komunitas GSM Kota Semarang sejak Agustus 2017 bermula dari rasa ingin tahu yang tinggi mengenai komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sebagai kegiatan pengembangan pendidikan di Indonesia. Ibu Sri Wiji Handayani sebagai salah satu guru TK yang ada di Kota Semarang diperkenalkan oleh salah satu wali muridnya mengenai GSM. Sosok Ibu Wiji dikenal sering melakukan sharing praktik baik di sekolah khususnya melalui tulisan. Tahun 2017, Ibu Wiji mendapatkan kesempatan dari GSM sebagai 10 lembaga terbaik dari seluruh pendaftar di Indonesia yang memenuhi kriteria penyeleksian GSM yang dapat ikut serta dalam komunitas GSM. Hal ini membuatnya dapat mengikuti kegiatan workshop yang diadakan di Yogyakarta selama 5 hari.

Proses penyeleksian yang cukup menantang seperti kompetisi esai dan wawancara yang dilakukan oleh komunitas GSM Pusat, tentunya dijadikan sebagai challenge yang harus dipenuhi peserta, khususnya Ibu Wiji untuk dapat bergabung secara nyata dalam kegiatan pengembangan pendidikan melalui kelompok diskusi. GSM mengonsepkan bahwa pembelajaran di Indonesia harus dilakukan secara menyenangkan.

Melalui keikutsertaan bersama komunitas GSM, Ibu Wiji memulai dengan praktik sendiri. Pada tahun 2019, Kota Semarang mulai membuat agenda workshop GSM yang diadakan di Universitas Negeri Semarang yang saat itu dihadiri oleh guru-guru dari 16 kecamatan Kota Semarang. Acara tersebut diisi oleh Pak Rizal dan Ibu Novi selaku founder dan co-founder mengenai bagaimana pengajaran bagi anak dan bagaimana pengaturan regulasi emosi untuk setiap guru.  

Pasang surut kegiatan komunitas tentunya dirasakan Komunitas GSM Kota Semarang. Pada tahun 2020 hadir organisasi Guru Penggerak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Melalui Program Organisasi Penggerak (POP), komunitas di Kota Semarang menggandeng Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan perubahan. Bagaimana yang awalnya  guru hingga siswa kurang peduli terhadap lingkungan fisik sekolah dan kurang terawat, yang kemudian melalui komunitas GSM, guru dan siswa mendapatkan perubahan total terhadap kesadaran kebersihan, keindahan, penanaman tanaman, dan lain sebagainya.

Komunitas GSM Kota Semarang terus berupaya untuk ikut serta membangun pendidikan Indonesia khususnya di Kota Semarang. Bahkan di tahun 2024, komunitas ini sudah memiliki beberapa target yang akan dijalankan, khususnya pada pendalaman coaching untuk para leader yaitu guru-guru di Kota Semarang. GSM memfasilitasi guru-guru yang ingin bergerak maju tanpa syarat. Namun, tentunya harus ada kemauan dalam berbagi dan berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Komunitas GSM mewadahi para guru untuk bergerak dengan saling berbagi inspirasi atau ide khususnya dalam pengembangan pendidikan.

Sebelum Mengenal GSM (titik balik)

Sebelum mengenal GSM, kesadaran dalam merawat sekolah di Kota Semarang sangat kurang. Guru di Kota Semarang merasa bahwa lingkungan tidak perlu untuk diperhatikan, hal inilah yang menyebabkan sekolah-sekolah masih banyak yang terlihat kumuh. Bukan hanya kesadaran terhadap learning environment yang kurang, kondisi komunitas guru-guru juga masih belum adanya kesadaran untuk menerapkan kolaborasi.

Ibu Wiji mengatakan “Bukan karena tidak punya dana, tetapi kesadaran untuk mengubahnya yang sebenarnya apa pun bisa ditempuh jalannya, misal pengajuan proposal lewat dinas. Sebenarnya hal ini ada sebelum GSM, tetapi kesadaran muncul untuk berubah setelah adanya GSM”.

Sesudah Mengenal GSM

Kegiatan yang dilakukan GSM memberikan perubahan bagi setiap guru di Kota Semarang. Guru di Kota Semarang merasa terpantik dan tumbuh rasa ingin tahu yang semakin tinggi. Ilmu yang didapatkan tentunya sangat berguna untuk dapat diterapkan di setiap sekolah dan dirasa berbeda dengan ilmu-ilmu yang biasanya didapatkan. Bagaimana para guru dibekali pembelajaran psikologi anak, bagaimana konsep pendidikan yang seharusnya perlu dilakukan, hingga pemahaman pengenalan konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.

Melalui keikutsertaan Kota Semarang bersama komunitas GSM, para guru dapat melangkah lebih maju tentang bagaimana konsep pengembangan pendidikan yang harus dijalankan, khususnya pengenalan konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Salah satu program yang didapatkan adalah bagaimana guru harus memiliki Growth Mindset yaitu suka dengan tantangan, fleksibel, dan selalu mau belajar hal baru untuk berkembang meningkatkan kapasitas diri. Melalui Growth Mindset yang telah didapat, para guru di komunitas sedikit banyaknya tahu bagaimana konsep “merdeka” yang saat ini mulai digencarkan di kurikulum nasional Indonesia. 

Ibu Wiji menjelaskan bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya komunitas GSM, “GSM memberikan pengembangan diri yang lebih positif untuk dapat bersaing memberikan perubahan. Bagaimana jiwa kompetisi yang dibangun bukan semata untuk dijadikan sebagai ajang mengalahkan teman atau lainnya. GSM memberikan pemahaman untuk dapat berubah, berbagi, dan berkolaborasi, yaitu bagaimana memahami konsep kompetisi yang baik itu untuk berlomba mencari dan mengembangkan ilmu,” tuturnya.

Komunitas GSM memberikan penerapan praktik baik dengan kolaborasi dan berbagi yang dilakukan oleh perwakilan guru yang ada di Kota Semarang. Hal ini tentunya memantik guru lain yang ada di Kota Semarang untuk mencari tahu tentang praktik yang dilakukan. Oleh karenanya, komunitas GSM Kota Semarang melakukan beberapa agenda komunitas dalam berlomba untuk mengembangkan ilmu pendidikan yang diterapkan.

Agenda Komunitas

  1. Workshop Penyebaran POP

Secara mandiri dan inisiatif, komunitas GSM Kota Semarang mengadakan kegiatan workshop penyebaran Program Organisasi Penggerak (POP) di bulan Juli 2023 secara lebih masif. Hal ini sebagai upaya yang dilakukan untuk berbagi pengalam praktik baik. Workshop diadakan di LP3 UNNES selama 2 hari. Ibu Wiji sebagai ketua pelaksana dalam workshop menyampaikan “Peserta yang hadir bukan hanya dari Kota Semarang, melainkan juga seluruh komunitas di daerah Jawa Tengah turut hadir mulai dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA sederajat”. 

2. Program ABCD5E

Program ABCD5E yaitu singkatan dari Audience, Behavior, Condition, Degree, Engagement, Exploration, Explain, Explore, and Evaluation. Program ini merupakan salah satu program yang dibuat Ibu Wiji dari pengimplementasian teori pembelajaran yang disampaikan oleh Pak Rizal sebagai founder. Program yang dibuat merupakan kurikulum yang telah mendapatkan hak cipta dan diakui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Sebuah kebanggan tersendiri bahwa program ABCD5E adalah salah satu program yang dapat berjalan dan tentunya dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas, bukan hanya untuk Kota Semarang, melainkan juga untuk anak-anak di Indonesia. 

3. Kolaborasi antarsekolah di Kota Semarang

Adanya kolaborasi antarsekolah di Kota Semarang menjadi hal penting yang dilakukan dalam menunjang keberlangsungan kegiatan yang dilakukan. Salah satu agenda kolaborasi antarsekolah yang dilakukan yaitu saat sekolah-sekolah SD di Semarang ingin mempercantik lingkungan sekolahnya terutama pada dinding-dinding sekolah, lalu anak-anak SMA di Kota Semarang membantu untuk mempercantik dinding tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengecat atau melukis sesuai dengan tema seperti ruang angkasa, budaya, agama, dan nasionalisme. Hal ini dilakukan khusus untuk anak-anak agar lebih nyaman berada di lingkungan sekolah. 

Melalui program-program yang dijalankan Komunitas GSM Kota Semarang, memberikan dampak baik yang dirasakan guru maupun siswa. Saat ini Komunitas GSM Kota Semarang sedang berfokus pada kolaborasi dan sharing tentang praktik baik dalam melakukan perubahan. Melalui kolaborasi yang dilakukan komunitas inilah membentuk perubahan yang dirasakan para guru yang ikut terlibat dalam gerakan komunitas. Dengan bergabung bersama GSM, kesadaran terhadap learning environment meningkat, selain itu komunikasi yang dijalankan antara guru, murid, dan orang tua lebih tertata.

WhatsApp Image 2024-01-05 at 14.58.30_280db79d

Bu Sri Wiji Handayani

*Jika ingin bergabung atau belajar dengan Komunitas Kota Semarang bisa menghubungi leader kami!

Publikasi Artikel

Media Sosial

This website uses cookies and asks your personal data to enhance your browsing experience.