GSM

Suster Agustina dan Titik Baliknya

Dahulu Suster Agustina merupakan kepala sekolah yang menganggap bahwa aturan adalah harga mati. Suster Agustin mengenal sekolahnya sebagai sekolah yang kental akan nilai – nilai keagamaan dan hanya berfokus pada aturan. Tetapi semenjak Suster Agustin mengenal GSM, kesadaran akan pendidikan yang memanusiakan manusia pun berubah. Suster Agustin merasa dirinya bersalah karena beliau sempat mengeluarkan anak – anak yang melanggar aturan dikeluarkan dari sekolahnya. Memang sedari dulu Suster Agustin percaya bahwa kedisplinan seorang siswa adalah tolak ukur keberhasilan pendidikan. Tetapi aturan tersebut justru mengekang siswa dan tidak ada nilai kehidupan di sana.

Titik Balik Mbak Reny Rustyawati Sebagai Seorang Pendidik dan Pembelajar

Mendapat kesempatan untuk berkembang bersama GSM merupakan hal yang mbak Reny syukuri. Menurutnya, “pendekatan ini yang sangat saya harapkan dan saya cari – cari sejak dulu”. Mbak Reny juga mengajak seluruh kawula muda untuk untul saling berubah, berbagi, dan berkolaborasi. Seperti apa yang ia sampaikan dalam akhir pidatonya “Sekarang bukan saatnya kita menunggu perubahan, tetapi sekarang adalah saatnya kita menjemput perubahan.”

Tiga Bagian Besar Sebagai Titik Balik Perjalan Spiritual Pak Rizal

Dalam Festival Sekolah Menyenangkan, pak Rizal selaku founder GSM menyampaikan tiga bagian besar sebagai titik balik dan juga perjalanan spiritualnya yang hingga saat ini terus beliau arungi. Pada bagian pertama, beliau menyebutnya sebagai cermin masa lalu yang kemudian terkoneksi sebagai penemuan titik balik. Kilas balik tersebut, beliau bagikan dalam pidatonya yang terangkum dalam tulisan ini.

Kesan dan Pengalaman Pak Wikan Sakarinto Terhadap Perubahan yang Dilakukan oleh GSM

“Ternyata titik balik itu, merdeka belajar, satu frase dengan dua kata tersebut yang semakin meneduhkan apa yang dicita-citakan oleh GSM … Mencoba untuk membumikan kembali pendidikan yang lebih memanusiakan, memerdekakan dan bukan membelenggu dengan keharusan dalam pencapaian nilai yang tinggi. Saya ingin menceritakan pengalaman saya dengan GSM dan kenapa GSM juga kita ajak untuk mengembangkan pendidikan vokasi.” – Wikan Sakarinto

Gerakan Anak Muda dan GSM: Adit

“Kita memiliki banyak pengalaman dan pelajaran yang sudah kita alami selama hidup ini. Pengalaman yang baik akan menumbuhkan pelajaran, sedangkan pengalaman yang sempurna adalah pengalaman yang dibagikan. Membagikan pengalaman pada para ‘benih’ harapan bangsa yang masih duduk di bangku sekolah sama halnya kita sudah mencerahkan bangsa ini. Karena bisa jadi pengalanmu adalah harapan bagi benih – benih tersebut untuk tumbuh. Sudah siapkah kamu untuk ikut andil dalam menumbuhkan benih – benih itu?”

Kak Natalie: Mengenali Potensi Diri Melalui Kelas Sekolah Menyenangkan

Sesi dari KSM yang paling insightful bagi Kak Natalie adalah materi SWOT dan SMART. Kak Natalie bilang, “Pas mulai materi SWOT dan SMART, menarik banget! Sebenernya kalau dipikir lagi, dua materi itu sederhana tapi juga ngga pernah terlintas aja. Ini beneran bantu banget, soalnya kan yang instan juga butuh proses. Si SMART dan SWOT ini bantu banget buat nyusun prosesnya.”

Tanggapan Bu Dian Terhadap Kelas Sekolah Menyenangkan #3

“Event luar biasa menurut saya. Baru dua kali SMK kita (SMK PP Negeri 1 Tegalampel Bondowoso) ikut sejak Sabtu yang lalu. Seminggu yang lalu hanya lima anak yang ikut. Kali ini ada enam belas anak yang ikut. Kita bersama memantau perkembangan mereka. Tidak memaksa ikut, apalagi ini hari libur mereka. Sehingga, bebas mau melakukan pembelajaran daring kelas menyenangkan dari mana saja. Kami para guru juga menyediakan Wi-Fi gratis di rumah untuk anak – anak yang tidak mempunyai paketan. Saya sebagai waka kesiswaan menginformasikan kegiatan ini sebagai jembatan layang bagi anak – anak untuk berkembang sesuai dengan kodratnya. Kita memberikan ruang belajar bagi anak dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun juga. Semoga dengan kelas menyenangkan ini mereka bisa menjadi anak – anak dengan kemampuan Social Emotional Learning yang bagus dan dapat meraih potensi terpendam mereka yang mungkin masih terselubung dan belum terbuka. Sehingga, nantinya mereka akan sukses di masa yang akan datang.”

This website uses cookies and asks your personal data to enhance your browsing experience.